About Me


Rayuan (Maut) Pedagang Arab


Oleh : Ahamad Darojul Ali

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono dan Dosen di Univ. Ibnu Chaldun, Jakarta)

Editor: Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Pertama bisa sujud didepan Ka'bah dan ziaroh ke Rosul yang agung tahun 1996..

Saya walau pertamakali ikut rombongan Haji Attaqwa & Muslimat NU, tugas saya melayani, membimbing jamaah bersama Ust.Anis Agus asli Banyuwangi Jawa Timur. Dan tak terduga terasa hati takjub penuh bahagia, ketika mabit di Mina saya dipertemukan Ketua Yayasan Ponpes YTP,  Alhamdulillah saya alumni dari ponpes ini.

Saben hari saya menemukan jamaah tersesat, lupa Maktab tempat menginap.

Setelah pada sarapan pagi, sy biasanya bertugas mengantar ibu2 yang mau belanja di pasar seng.
( Sekarang pasar seng sudah tak ada ) diganti bangunan / pelebaran majidil harom.

Setiap belanja, saya pesan pada ibu2, bawa uang secukupnya dan pakai pakaian yang santai dan jangan ketat2.

Ketika saya antar ibu2 jamaah dari jatimulya jaktimur, dia istri seorang perwira polisi.

Belanja yang di tuju toko emas, aura ibu ini emang sangat ingin emas dari arab.
Awalnya ibu ini gak mau karna harganya mahal menurutnya..
Tapi, 
Rayuan pedagang arab ini emang paten..

Hai siti rahmah..
Bila engkau pakai emas ini di leher dan pergelangan tanganmu,
Saya jamin suamimu yang menyertaimu kan selalu ingin dekat denganmu..

Saya nyelak pada pedagang Arab ini.
La ya Akhi,
Saya bukan istrinya...

Pedagang Arab bilang,
La yumkin Akhi.
Dia istrimu...

Ibu ini lihatin saya aja.
Tak terduga.
Emas yang begitu mahal doa beli.

Saya bilang ke pedagang Arab, Islam tidak mengenal paksaan dalam membeli...

Tapi , dia bilang.

Halal..
Halal..
Halal...

Ibu itu akhirnya ngasih duwit.
Emas pun di ambil.


Salam.
ADA.

Post a Comment

0 Comments