Socialize

Jihad/Bersungguh Sungguh Dalam Ramadhan

Oleh: Sudono Syueb & Nur Hasanah

(Keduanya alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Harianindonesiapost.com Dalam taushiahnya ba'da sholat trawih di masjid Baitul Mahmud, Griya Bhayangkara, Masangan Kulon, Sukodono, Srnin 13/5 2019 jam 19.45, ustadz. Mohammad Ilham mengawali dengan mengutip firman Allah Ta'ala dalam QS Al Baqarah ayat 185 sebegai betikut:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدً ى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)". (QS. Al-Baqarah: 185).


Bulan tersebut dinamai dengan ramadhan dikarenakan membakar dosa-dosa, yaitu membakar dosa-dosa itu dengan amal-amal shaleh. (Tafsir ar-Razi)

Selanjutnya ust. Ilham mengatakan, setelah Allah mempertemukan kita dengan bulan ramadhan yang mulia ini, yang penuh berkah, maka kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Sebab belum tentu kita ketemu lagi dengan ramadhan yang akan. Beberapa kawan kita dalam ramadhan kemarin masih bersama kita, sejarang sudah menghadap Allah. Ranadhan akan datang mungkin kita yang menghadap Allah. Karena itu mari kita bersungguh sungguh minta ampun kepada Allah. Rugilah kita kalau ramadhan ini kita tidak diampuni Allah.


Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallaam bersabda :

...وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَه ..
رواه الترمذي ورواه البخاري في الأدب المفرد، 222،/ح 644/ب. 281 وصححه الألبان

"Dan celakalah seseorang yg kedatangan bulan Romadhon kemudian berlalu (Romadhin) sebelum diampuni disa-dosanya" (HR. At-Tirmidzy dan Al-Bukhory dalam Al-Adabul Mufrod dan disohihkan Al-Albany)

Memanfaatkan bulan ramadhan dengan memperbanyak amal shaleh yang kita harapkan dapat membakar dosa-dosa kita, dan Allah  berkenan untuk mengampuni kita.

Dan tentunya dengan memperbanyak taubat kepada Allah Ta'ala,, karena taubat merupakan salah satu sebab maraih keberuntungan.

Allah Ta'ala berfirman :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung". (QS. An-Nur: 31).


Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kemudahan dalam beramal shaleh, dan taubat kepadanya, Dan Allah Ta'laa menerima amal ibadah kita semua.
   Untuk mendapatkan ampunan itu kita harus beriman (kepada Allah), berjihad( bersungguh sungguh) dan hijrah (dari kebodohan menuju pencerahan).
Allah berrfirman dalam Al Baqarah ayat 218,

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allâh, mereka itu mengharapkan rahmat Allâh, dan Allâh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.2:218

Menurut Ibnu Rajab, berjihad dalam ramadhan itu pahalanya tanpa batas,

 قال ابنُ رجَب رحمه الله:

«اعلَمْ أنَّ المؤمنَ يجتَمعُ له في شَهر رمضَان جهادَان لنَفْسِه:
▪ جهادٌ بالنَّهار على الصِّيام،
▪وجهادٌ باللَّيل على القِيام؛

فمَن جمعَ بينَ هذَيْن الجهادَيْن، ووَفَّى بحُقُوقهما، وصَبَر عليهما،

وفَّى أجرَه بغَير حسَابٍ»

[«لطائف المعارف» (ص:171)]

“Ketahuilah bahwa seorang mukmin menghimpun dua jihad dalam dirinya selama Ramadhan:

1. Jihad pada siang hari, yaitu berpuasa.
2. Jihad pada malam hari, yaitu dengan qiyam (shalat tarawih).


Barang siapa menghimpun dua jihad ini dalam dirinya, menyempurnakan rukun-rukun serta syarat-syratnya dan bersabar dalam mengerjakannya maka baginya ada pahala yang tanpa batas.”

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel