About Me


Putus Asa Itu Manusiawi

Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Akhir akhir ini saya dikasih "Rizki" oleh Allah berupa sesak dan batuk. Kalau sedang On, bisa sepanjang malam batuk terus menerus dan tidak bisa tidur. 
Dibuat terlentang batuknya semakin njegil ( lama). Akhirnya tidur dengan duduk di kursi, itu pun hanya beberap menit saja karena terganggu sesak dan batuk. 
Sudah ke dr Mujib, dokter langganan 2 X. Sudah minum obat batuk medis dan herbal, tapi belum kunjung sembuh. Kadang terbetik rasa putus asa, tapi itu cepat hilang, karena baru batuk dan sesak serta tidak bisa tidur beberapa hari saja kok sudah putus asa, bukankah ribuan hari sudah saya liwati tanpa batuk dan sesak serta bisa tidur nyenyak. Saya lalu teringat firman Allah dalam surat Ar Rahman yang diulang ulang, "Fabi ayyi aalaai rabbikuma tukadzrziban-Maka nikmat Rab kamu berdua apa yang kamu dustakan?". Lalu saya istigfar ratusan kali atas kebodohan saya. Tetapi kalau ada teman teman yang sakit dan tak kunjung sembuh, lalu sambat aru oro (sungguh sungguh sambat) hingga maido (nyalahin) Allah, lalu putus asa, bahkan ada yang bunuh diri, saya bisa memahaminya. Seperti yang dialami mas Gurit Catur Wiyogo (44) yang bunuh diri dengan cara melindaskan dirinya di rel kereta api di Ketintang karena sakit lambung tidak kunjung sembuh. Berikut ini kisahnya yang dimuat surya.co.id hari ini 20/4:


Diduga Tak Kuat Idap Penyakit Lambung, Warga Ketintang Lindaskan Diri Saat KA Gayabaru Melintas
   
    Gurit Catur Wiyogo (44), warga Jalan Ketintang Timur PTT Gang II No 3 RT 02 RW 03, tertabrak kereta api (KA) Gayabaru jurusan Surabaya-Jakarta di rel KA samping Jalan PTT Timur Gang II, Sabtu (20/4/2019).

Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Gayungan Iptu Philips R Lopung, korban diketahui memang berniat untuk bunuh diri.


"Iya korban memang sengaja berniat bunuh diri," ungkapnya.

Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terlentang di atas rel kereta api, ungkap Philips, lantaran tak kuat menderita sakit lambung yang tak kunjung sembuh hingga sembilan bulan lamanya.

"Jadi korban ada penyakit yang tak kunjung sembuh berbulan-bulan lalu bunuh diri," ucapnya.

Mengingat lokasi insiden tersebut tak begitu jauh dari pos pejagaan palang pintu KA Ketintang. Aksi nekat Gurit ternyata diketahui langsung oleh seorang petugas palang bernama Johan.

Berdasarkan informasi yang diterima Johan, Philips menerangkan, sebelum KA melintas korban diketahui oleh Johan sedang tidur terlentang di atas rel.

Johan sempat menghalau korban dengan cara meneriaki dari kejauhan. Namun, teriakan Johan tak dihiraukan korban.

Hingga sebuah KA Gayabaru Loko CC2019211 jurusan Surabaya-Jakarta yang dikemudikan oleh masinis bernama Imam melintas, teriakan Johan tetap tak dihiraukan korban.

Tubuh korban langsung terlindas KA, bahkan sempat terseret sekitar 25 meter.

Korban meninggal seketika, dengan luka parah di bagian kepala, tangan dan kaki.

"Usai terseret tubuh korban dalam keadaan tertelungkup dengan mengenakan kaos biru dan celana jeans," tandas Philips.


Petugas Inafis Polrestabes Surabaya langsung melakukan olah TKP dan mengevakuasi tubuh korban ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo, didampingi keluarga korban. (TribunJatim.com/Luhur Pambudi)
   Kisah mas Gurit ini semoga bisa menginspirasi kita semua. Tetap semangat dan jangan mudah putus asa. Allah juga melarang hamba-Nya putus asa untuk selalu mencari Rahmat Allah ( walaa taiasuu min rauhillah).
   Selalu memohon kepada Allah obat dan kesembuhan walapun dengan merintih sekalipun. Allah senang mendengarkan rintihan hamba-Nya.

Post a Comment

0 Comments