About Me


Pria AS Tabrak Kerumunan karena Terlihat Seperti Muslim dan Hanya Dianggap Alami Gangguan Jiwa.


Laporan Sudono

Harianindonesiapost.com Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa ada pengendara mobil, namanya Isaiah Peoples, menabrak kerumunan orang yang sedang berjalan kaki. Semula diperkirakan bahwa pengendara itu mengantuk atau sedang mabuk, ternyata dalam penyelidikan polisi ditemukan bahwa dia sengaja menabrak kerumunan itu karena kerumunan itu terlihat seperti orang orang muslim. Walaupun sementara itu motifnya, tapi tidak langsung dianggap sebagai teroris, tapi oleh pengacaranya, cuma dianggap mengalami gangguan mental. Dan tidak dibully oleh media karena pelakunya  bukan imigran timur tengah.

Dikutip dari CNN Indonesia, Seorang pria warga Amerika Serikat, Isaiah Peoples, menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan di California karena orang-orang tersebut terlihat seperti Muslim.

Kepolisian melaporkan bahwa Peoples sengaja menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan yang sedang berjalan di daerah Sunnyvale, San Francisco, pada Selasa lalu.

"Ada bukti baru bahwa Peoples sengaja menargetkan korban berdasarkan ras dan keyakinan bahwa mereka adalah Muslim," demikian pernyataan lembaga Keamanan Publik Sunnyvale sebagaimana dikutip AFP, Jumat (26/4).

Sejumlah media lokal memberitakan bahwa di dalam kerumunan itu ada delapan orang, tiga di antaranya merupakan satu keluarga.

Namun, hingga kini, pihak kepolisian belum merilis kebangsaan dan kepercayaan para korban "kejahatan berdasarkan kebencian" tersebut.

Pengacara Peoples sendiri mengakui bahwa kecelakaan itu "jelas akibat gangguan mental." Sang pengacara pun memastikan bakal mencarikan psikiater untuk kliennya.
Lihat juga: Mobil Tabrak Kerumunan di China, Enam Orang Tewas
Menurut pengacaranya, Peoples adalah seorang veteran militer. Ia kemungkinan mengidap gangguan stres pasca-kejadian traumatis.

Insiden ini dianggap semakin menunjukkan peningkatan sentimen negatif akan Islam atau Islamophobia di AS.

Sentimen semacam ini kian tinggi setelah Presiden Donald Trump dilantik. Ia kerap melontarkan pernyataan kontroversial yang akhirnya memicu kebencian terhadap Muslim. (Misbah/Ed)

Post a Comment

0 Comments