About Me


Malam Nisfu Sya’ban dalam kajian ilmu hisab Perbandingan wilayah Indonesia dan Saudi Arabia


Oleh: Ali Hamdi, SH, MH

(Alumni ponpes YTP, Kertosono dan sekarang Ketua PA Kabupaten Sidrap, Sulsel)

Sidrap, 10 April 2019

Harianindonesiapost.com Secara bahasa malam Nisfu Syaban artinya adalah sebuah malam dalam separuh dari bulan Sya’ban, disisi yang lain ada yang mengartikan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah sebuah malam tanggal 15 di bulan Sya’ban, kedua-duanya sama-sama berkembang dalam pemahaman masyarakat, penulis tidak mengetahui secara persis kapan  istilah Nisfu Sya’ban mulai populer, yang jelas kalender hijriyah pada jaman Nabi Muhammad SAW hidup belum ditetapkan, baru pada jaman Kholifah Umar bin Khottob kalender tersebut dibakukan dalam bentuk sebuah kalender.
Walaupun toh begitu istilah bulan Sya’ban sudah ada sejak jaman Nabi sebagaimana do’a Nabi Muhammad SAW yang muktabar ketika masuk bulan Rojab "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah (umur) kami kepada bulan Ramadhan." 
Penulis tidak membahas tentang esensi malam Nisfu Sya’ban beserta amalan-amalannya yang menyertainya, akan tetapi yang akan dikaji disini adalah kapan malam Nisfu Sya’ban 1440 H tahun ini akan terjadi..?
Menurut kalender yang berkembang di Indonesia bahwa malam Nisfu Sya’ban yang dengan artian adalah malam tanggal 15 bulan Sya’ban 1440 H tersebut, maka malam Nisfu Sya’ban itu akan terjadi pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 20 April 2019, dengan perhitungan bahwa ijtimak akhir bulan Rojab terjadi pada hari Jum’at tanggal 5 April 2019 jam 15 : 53 : 28,42 WIB, dengan ketinggian hilal hakiki 2 derajad 8 menit 50,51 detik diatas ufuq, oleh karena dengan ketinggian hilal yang dianggap belum Imkanur Rukyah tersebut, maka kalender Hijriyah di Indonesia menggenapkan (istikmal) menjadi 30 hari di bulan Rojab, sehingga tanggal 1 Sya’ban 1440 H jatuh pada hari Ahad tanggal 7 April 2019.
Sedangkan Nisfu Sya’ban dengan artian separoh dari bulan Sya’ban, akan berbeda pendapat dengan pendapat diatas, karena kelompok ini mengartikan nisfu sya’ban adalah separoh dari bulan Sya’ban itu tidak mesti tanggal 15 dalam bulan Sya’ban, akan tetapi perlu melihat dulu umur bulan Sya’ban tersebut, lha kebetulan umur bulan sya’ban 1440 H tahun ini sesuai dengan Ilmu Hisab yang muktabar adalah umurnya hanya 29 hari, maka malam Nisfu Sya’ban akan jatuh pada malam 14 bulan sya’ban, bukan tanggal 15 Bulan Sya’ban, sehingga kelompok ini akan memasuki malam nisfu Sya’ban pada hari Jum’at malam Sabtu tanggal 13 April 2019 ini.
Disinilah letak perbedaannya tersebut, walaupun toh kelompok kedua ini tidak banyak pengikutnya akan tetapi menjadi khazanah dalam berNisfu Sya’banan di tanah air ini, 
Lalu muncul pertanyaan, yaitu apakah waktu Nisfu Sya’ban antara Indonesia dan saudi Arabia bersamaan tahun ini..?
Menurut perhitungan Hisab malam Nisfu Sya’ban antara Indonesia dan Saudi Arabia akan mengalami perbedaan, penyebabnya adalah karena ketika ijtimak akhir bulan Rojab 1440 H tahun ini yang bertepatan dengan hari Jum’at tanggal 5 April 2019 keadaan di wilayah Saudi Arabia akan terjadi pada jam 11 : 53 : 28,42 (waktu Saudi Arabia), dan Hilal sudah masuk dalam garis batas tanggal Hijriyah diatas ufuq, sehingga kawasan saudi arabia akan memulai lebih  awal dalam masuk bulan Sya’ban, sehingga kawasan Saudi Arabia akan memulai bulan Sya’ban pada hari Sabtu tanggal 6 April 2019, sedangkan di kawasan Indonesia pemerintah meneratapkan kalendernya dengan istikmal bulan Rojab, sehingga akan memasuki bulan Sya’ban akan bertepatan dengan hari Ahad tanggal 7 April 2019, 
Berdasarkan perbandingan tersebut diatas, maka malam Nisfu Sya’ban antara wilayah Indonesia dengan kawasan Saudi Arabia akan terjadi perbedaan.
Mohon koreksi dari para pecinta ilmu hisab sebelum “ber-Nisfu Sa’ban-nan”(Sudono & Misbah)

Post a Comment

0 Comments