About Me


Ir. H. Misbahul Huda,MBA: Warga Yang Berakhlaqul Karimah Harus Berpartisipasi Dalam Pemilu


Laporan Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com "Sebagai warga negara yang berakhlaqul karimah, yang baik, kita harus menghadiri pesta besar bangsa ini pada tanggal 17 April nanti intuk ikut berpartisipasi dalam Pemilu ", demikian kata lr. H. Misbahul Huda, seorang insinyur elektro jurusan "dakwah" dari UGM, yang suka banyol ini, di depan ratusan jamash subuh di masjid Baitul Mahmud, Grya Bhayangkara, Maskul, Sukodono, Rabu 3/4 jam 4.45 tadi pagi.
Untuk apa bangsa lndonesia harus mendatangi uandangan KPU ke TPS TPS pd 17 April nanti? "Untuk ikut memilih wakil wakil kita di parlemen dan juga memilih pemimimlin kita di masa depan. Karena itu jangan sampai ada yang Gol-Put dan tidak mimilih", tambah Misbah yang asli Takeran, Pacitan dan yang telah habiskan masa mudanya di Pondok Sabilil Muttaqin (PSM), Pacitan ini.
   
   Karena yang menentukan baik dan buruknya sebuah bangsa, menurut Misbah,  80 0/0  adalah para pemimpimpinnya. Dalam hal ini adalah
Karakter para pemimpin itu sendiri, bukn orgnya. 
   Lalu Misbah mengajak lihat 3 negara: lndonesia, Malaysia n Brunei Darus Salam. 3 negara ini berasal dari wilayah yang sama yaitu Kalimantan, dari nenek moyang yang sama dan sumber alam yang sama. Indonesia lebih dulu merdeka, lebih luas tanahnya tapi lebih miskin dari mereka. Kenapa? Itu semua karena faktor pemimpinnya.
Brunei Darussalam itu labih kecil, penduduknya cuma 450 jiwa, luas wilayahanya cuma sekitar tiga kecamatan di lndonesia, tapi Brunei keren, GNPnya no 5 di dunia dan Indek Pembangunan Manusianya (IPM) no 2 setelah Singapura.
Lagu kebangsaannya, Tuhan Peliharalah Sultan.
Negara dan bangsanya selalu ikuti Syariat Islam
Sistem Pemerimtahannya Islam Absolut.
Ketika ditegur Amerika Serikat, dijawab oleh pemimpinnya, ini negata saya, mau apa anda?. Amerika diam. Beranikah lndonesia mgomong seperti itu pada Amerika?, tanya Misbah secara retoris.


   Lebih lanjut Misbah sampaikan, kenapa sebuah negara bisa maju? Karena warga negaranya secara cerdas dan berdasar akhlaqul karimah telah memilih pemimpinnya yang memiliki karakter pemimpim yang baik yang perduli terhadap ekologi sosial lingkungannya dan tidak melakukan pembiaran pembiaran kedzaliman, penyimpangan, korupsi dan maksiat. Pemimpin yang baik dan cerdas itu adalah pemimpin yang memiliki sifat sifat Nabi Muhammad yaitu Shidik ( benar), Amanah (terpercaya), Tabligh (perduli) dan Fathonah (cerdas)
   Selanjutnya Misbah katakan, jika terjadi kerusakan di atas bumi akibat bencana alam baik berupa gempa, banjir bandang, kebakaran lahan, tsunami, tanah longsor dll itu semua akibat ulah tangan/perbuatan manusia, sebagaimana firman Allah dalam QS (Ar-Rūm):41 -   
   "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Ibn Katsir, kata Misbah,  menafsirkan tangan dalam ayat ini  adalah kekuasaan n hawa nafsu. Kalau pemimpin tidak melakukan pembiaran kemaksiatan tapi perduli terhadap ekosistem baik giografi, biografi, ekonomi, pilitik maupun budaya, maka selamatlah lingkungan manusia. Tetapi kalau pemimpinnya acah tak acuh kita tunggu saja kehancuran sistem ekologinya.
   Kalau sudah terjadi bencana, tidak hanya tukang maksiat saja yang kena, orang baik pun kena, perhatikan firman Allah dalam QS (Al-'Anfāl):25 - 
   "Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya."
   Pemimpin itu punya potensi besar untuk memperbaiki lingkungan dengan kekuasaan dan goodwillnya yang dia miliki, tambah Misbah, Pemimpin itu punya kebijakan umum, dana, aparat dan sistem. Seperti Wali Kota Surabaya, ibu Risma, beliau sendirian bisa menutup tampat maksiat/lokalsasi terbesar di Asia, Doly, sendirian. Seribu dai yg diterjunkan ke lokalisasi Doly selama satu tahun suruh ceramah setiap hari tentu tidak akan selesai.
   Demikian juga Gibermur DKI, Anis Baswedan, sendirian beliau mampu menutup Aleksis dan menghentikan Reklamasi pulau pulau di Jakarta.
   Atau pemimpin itu juga punya kekuatan merusak yang dahsyat seperti dalam sejarah,  Fir'aun, Namrut, Hitler dll.

Post a Comment

0 Comments