About Me


Ir. H. Misbahul Huda, MBA: Kewajiban Muslim Menjaga Indonesia


Laporan Sudono n Nur

Harianindonesiapost.com "Penjajahan Barat di lndonesia dari dulu hingga sekarang prinsipnya sama yaitu 3 G. Gold, mencari kekayaan. Glory, mencari kejayaan dan Gospel, menyebarkan agama", demikian tulis Ir. H. Misbahul Munir, Caleg DPRRI dari PKS No urut 4 Jatim Dapil 1 dalam buku saku dengan judul: Saatnya Memilih Dengan Hati, yang dibagikan Rabu 3/3 jam 06.00 di sela sela sarapan bersama setelah tabligh akbar di masjid Baitul Mahmud, Grya Bhayangkara, Maskul, Sukodono.
   Lebih lanjut Misbah katakan, dulu penjajahan mereka disebut kolonialisme. Sekarang dikenal sebagai Kapitalisme. Indonesia kaya Sumber Daya Alam (SDA) tapi tidak semua bisa dikelola. Minyak, coklat dan banyak lainnya dieksor. Invasi ekonomi saat ini mencari objek seperti lndonesia yang dijadikan sapi perah sumber daya alam.
   Itu tadi alasan pertama. Alasan kedua menurut laki laki yang mantan Rektor Al Falah Surabaya 2 periode 1994-2000 ini adalah sumber daya manusia yang begitu besar. Indonesia adalah pasar potensial yang bisa jadi objek pemasaran. Apa lagi masyarakat cendrung konsumtif dan rela berutang untuk sekedar mendapatkan barang skunder bahkam tersier. Masalahnya, tidak banyak yang menganggap hal ini adalah penjajahan baru di era milenial.


   Dulu saat penjajahan pra kemerdekaan ada satu yang belum berhasil tuntas, tandas Misbah mantan Dirut Temprina Media Grafika 1995-2013. Yaitu Gospel yaitu menyebarkan agama untuk menghapus lslam. Faktanya, lndonesia sampai hari ini masih didominasi oleh masyarakat muslim setelah penjajahan 350 tahun. Sebab gerakan Gospel melahirkam pejuang pejuang lslam untuk melawan. Perlawanan Pangeran Diponegoro, lmam Bonjol, fatwa jihad KH Hasjim Asy'ari, triakan takbir Bung Tomo dan lainnya menjadi warna dan bukti betapa lslam mengakar kuat di negeri ini.
   Di era sekarang, lanjut Misbah yang juga alumni Pondok Pesantren Budi Mulia (PPMB) Yogyakarta,  umat lslam juga tetap menjalankan eksistensi sebagai penjaga negara. Saat ketimpangan sosial terlampau tinggi, invasi pekerja asing merendakan masyarakat pribumi, keadilan yang sudah timpang, maka msyarakat muslim bergerak dalam wujud gerakan 212.
   Oleh sebab itu, kaum imperialis sadar bahwa penjaga lndonesia yang sebenarnya adalah umat lslam. Dalam sudut pandang lain pada akhirnya disadari bahwa umat lslam adalah penghalang yang harus disingkirkan dengan cara yang sama seperti zaman kolonial. Diadu domba, istilah lainnya, politik belah bambu. Satu diinjak, satunya diangkat, tegas Misbah.


   Dalam istilah KH. Syukron Makmun, kata Misbah,  ada dua cara Barat menghancurkan lslam. Pertama, membuat perpecahan di antara umat lslam. Kedua, menanamkan keraguan dalam diri muslim terhadap ajarannya.
Lihat, pinta Misbah, yang juga seorang muballigh ini,  bagaimana friksi antar umat lslam di lndonesia sangat tajam. Antar golongan seperti dibenturkan. Yang satu merendahkan yang lain. Yang satu tidak terima  hingga akhirnya terjadi salingcela. Semua adalah skenario agar kita tidak fokus menjaga lndonesia tercinta.
   Maka kewajiban kita, seru Misbah,  tetap sama seperti masa pra 1945 yaitu menjaga lndonesia yang begitu indah dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia agar dikelola oleh masyarakat sendiri.
    Hakikatnya lslam hadir, simpul Misbah, sebagai pembebas penjajahan dan perbudakan. Penghalang penjajahan dalam bentuk apapun. Karena itu dianggap musuh hingga harus dimarjinalkan. Disudutkan menjadi tak berdaya.
   Saatnya bergerak, ajak Misbah,  untuk menjaga lndonesia melalui Pemilu serentak tahun 2019. Pilihlah sahabat sahabat seiman dan seperjuangan yang jelas punya pemihakan. Jika asal pilih atau karena iming iming uang, anda menyerahkan urusan negara ini kepada orang orang yang justru merusak bangsan ini.

Post a Comment

0 Comments