About Me


Ir. H. Misbahul Huda, MBA: Ironi Muslim Di Politik Indonesia

Laporan Sudono dan Nur

Harianindonesiapost.com "Bung Karno pada sidang BPUPKI I Juni 1945 berpidato panjang yang menjadi catatan penting sejarah. Satu potongan pidatonya itu menyebutkan, jika ingin tuntutan lslam terpenuhi maka bekerja sehebat hebatnya agar mayoritas kursi DPR diduduki utusan lslam", tulis Misbahul Huda, alumni Teknik Elektro UGM, Yogyakarta, dalam buku saku, Saatnya Memilih Dengan Hati. Buku ini dia terbitkan untuk memberikan pencerahan politik umat Islam sekaligus untuk  memperkenalkan dirinya di panggung politik 2019 ini liwat PKS Dapil Jatim I ( Surabaya-Sidoarjo) no urut 4.
   Jikalau memang rakyat lndonesia,   rakyat yang bagian besarnya rakyat lslam dan jikalau memang  lslam di sini agama yang hidup berkobar kobar di kalangan rakyat, lanjut Bung Karno, marilah kita pemimpin pemimpin menggerakkan sebanyak mungkin utusan utusan islam ke dalam badan perwakilan ini.


   "Artinya sah sah saja kita sebagai orang lslam ingin merebut kursi legislatif. Sebagaimana kelompok sekuler juga ingin menguasai mayoritas kursi", tulis Misbah, yang selama ini dikenal sebagai muballigh dan motivator terkenal ini.
   Namun ironi, kata Misbah masgul, kalau muslim memperjuangkan hak politiknya muncul tuduhan sebagai kelompok sektarian, intoleran, anti bhineka. Bahkan dituduh mau mengubah dasar Pancasila. Kaos #2019 pun dituduh makar.
   Padahal kaum muslimin, lanjut Misbah yang mantan Rektor Universitas Al Falah, Surabaya, 1994-2000 ini, ingin mengawal Pancasila sesuai dengan cita cita yang dicetuskan para founding father. Bukan tafsiran untuk melanggengkan kekuasaan. Tapi menciptakan keadilan, kesejahtraan dan kemakmuran.
    Selanjutnya Misbah sampaikan perkembangan politik di Turki,  Perkembangan kekuatan  politik lslam di Turki patut menjadi kajian. Di negeri itu, Islam makin lama hidup berkobar kobar di hati rakyat yang bosan dengan sekularisasi. Puncaknya, ketika kepemimpinan politik lslam di tangan Erdogan. Banyak membuat orang takjub. Tapi kemenangan ini bukan ujug ujug. Ada proses perjuangan panjang.
   Kelompok lslam membuat partai, mendekati rakyat, ikut pemilu, dipilih dan menang. Sekarang warna keislaman di Turki dominan. Banyak masjid menggema azan, anak anak muda bermobil berjamaah di masjid
   Muslim di lndonesia jika ingin sep itu, tidak bisa hanya sebatas memuji, silau, takjub, tapi apolitik, Golput. Kita harus meliwati prosesnya. Memilih itu penting. Peran serta kita terhadap bangsa lndonesia yang paling mendasar adalah memilih pemimpin yang baik. Memilih wakil rakyat yang amanah.


   Kalau kita mendambakan seperti Turki, tapi tidak mau memilih, pada akhirnya kita hanya mendapatkan ironi. Mengumpat pemimpin tapi tidak mau memilih pemimpin. Padahal bisa jadi selisih suara yang tipis menyebabkan kemenangan pemimpin yang buruk akibat sikap Golput pemilih muslim sendiri.
   Ayo kita bangkit, ajak Misbah,  Ingat pesan Bung Karno yang saya kutip di atas. Tidak harus memilih saya. Pilih pimpinan di masing mading daerah pemilihan orang yang tidak memusuhi lslam. Apa lagi dia jelas jelas bela lslsm.
   Kita bukan radikal. Kita sedang menjalankanbpesan pendiri bangsa, Bung Karno. Kita harus buktiksn bahwa lslam di lndonesia adalah agama yang memsng berkobar kobar di hati penganutnya. Di hati kita.

Post a Comment

0 Comments