About Me


Ir. H. Misbahul Huda, MBA: Buruk Sangka Terhadap Partai Islam

Laporan Sudono dan Nur

Harianindonesiapost.com "Saya heran ketika update status kemudian ada yang berkomentar, menyalahkan partai lslam sebagai partai munafik. Terkejut saya. Seketika saya diskusi dengan beberapa teman. Ternyata banyak yang nyimyir terhadap partai yang berbasis lslam. Alasannya sederhana. Hanya menjadikan agama sebagai komoditas politik", tulis Misbahul Huda, alumni Teknik Elektro UGM, Yogyakarta, dalam buku sakunya, Saatnya Memilih Dengan Hati. Buku ini dia terbitkan untuk memberikan pencerahan politik umat Islam sekaligus untuk  memperkenalkan dirinya di panggung politik 2019 ini liwat PKS Dapil Jatim I ( Surabaya-Sidoarjo) no urut 4.
   Wait !, lanjut Misbah, ini adalah pemikiran sekulerisme yang memisahkan kegiatan agama dengan aktivitas keseharian. Akarnya adalah negara Barat yang sudah anti pada pengekangan greja pada abad 14. Sekulerisme berarti menjadikan agama cukup duduk manis di tempat ibadah saja. Jangan dekat dekat dengan kegiatan  publik seperti Politik.
    Islam bukanlah agama yang demikian, tegas Misbah, lslam harus dipahami sebagai sebuah peradaban yang mengatur segenap kehidupan hingga sampai pada aspek politik. Sehingga kehadiran partai lslam bukan hal yang naif.
    Selanjutnya Misbah katakan, kedudukan partai lslam tetap menjadi unsur penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Contoh, menjaga NKRI adalah menjaga diri dari korupsi. Korupsi sangat merugikan negara. Merusak NKRI dari sendi ekonomi. Juga paling penting dari sendi moral. Partai yang anggotanya terlibat korupsi berarti partai yang tidak memperhatikan kepentingan agama yang lebih luas.


   Lebih lanjut Misbah katakan, Data yang saya dapatkan berbicara fakta. Bersumber detiknews menyebutkan, partai terkorup dari 2014-2017 adalah Golkar dengan sembilan kasus. Kedua PDIP dengan tujuh kasus. Sedangkan PKS dan PKB hanya posisi terakhir dengan satu kasus.
    "Kehadiran partai lslam justru merupakan angin segar bagi perpolitikan lndonesia. Partai berbasis agama artinya ada nilai agama yang mewarnai partai tetsebut. Termasuk mencegah wakil rakyat untuk korupsi", tegas Misbah.      
   Sedamgkan data Andi Arif dari Demokrat dan KPK yang dimuat di rmol.co mengungkapkan, kader partai yang terlilit jeratan korupsi juaranya adalah Golkar 40 orang. Kedua PDIP sebanyak 27 orang. Sedangkan PKS I orang dan PKB 2 orang
   Berdasarkan data ini, sebut Misbah, kita bisa melihat siapa yang menjaga NKRI dengan cara menahan diri tidak korupsi. Maka dasar ini bisa dijadikan pertimbangan bagi siapa saja untuk menentukan pilihan partai di Pemilu mendatang
    "Masalahnya, dari kasus kasus itu, sering kali justru partai partai yang tidak berideologi agama ketika terjerat kasus sepi dari pemberitaan media. Itu pilihan redaksi media yang harus kita tahu. Sedangkan satu saja dari partai lslam yang terjerat korupsi hitungan pekan hingga bulan diberitakan di semua layar tv dan koran. (Termasuk JPNN, pen)", tandas Misbah.
   Itulah yang disebut sebagai pembusukan oleh media, simpul Misbah,  Masyarakat dibentuk opininya sehingga menganggap partai lslam adalah partai munafik yang berlandaskan agama tapi masih juga korupsi. Padahal kenyataan berbicara sebaliknya. Partai non ideologi agama yang justru memiliki skandal korupsi tinggi. Partai lslam berusaha dengan landasan agama menjauhkan diri dari hal hal tidak bermartabat dan merusak ekosistem keutuhan NKRI.
   "Saatnya memilih dengan HATI", ajak Misbahul Huda dengan simpati.

Post a Comment

1 Comments

  1. Partai Islam hanya PBB, tidak ada yang lain.
    Bela Islam, Bela Rakyat, Bela NKRI...
    Hidup PBB !!!

    ReplyDelete