About Me


Hisab Awal Bulan Sya’ban (Ruwah) 1440 H


Oleh: Ali Hamdi, SHI, MHI

(Alumni Ponpes YTP, Kertosono. Sekarang Ketua PA Kab. Sidrap, Sulsel)

Sidrap Sulsel, 3 April  2019.

Harianindonesiapost.com Basik Data EPHIMERIS HISAB RUKYAT
Lintang Lokasi : - 6^ 52’ Lintang Selatan
Bujur Lokasi  : 112^ 21’ Bujur Timur
Bujur Daerah : 105
Markas Tanjung  Kodok  Paciran - Lamongan 
Ijtimak Terjadi pada Hari  Jumat Tanggal  5 April  2019 /  Jam  : 15 : 53 : 28.42  WIB.  (Ijtimak Bakdal Asri) 
Gurub / Matahari Tenggelam dilokasi rukyat pada hari itu Jam : 17 : 34 : 30.94   WIB
Tinggi Hilal Hakiki  :       2^ 8’ 50,51”  (Di Atas Ufuq)
Tinggi Hilal Mar’i   :      1^ 53’ 37,75”  (Di Atas Ufuq)
Lama Hilal diatas Ufuq :   0 Jam 7 menit  34,52 detik (Di Atas  Ufuq)
Umur Bulan  1 Jam  41  Menit (saat matahari tenggelam)
Azimut/ arah Bulan  :   2^ 2’ 35,97”  Utara Garis Katulistiwa
Azimut / arah Matahari :   5^ 57’ 37,98” Utara Garis Katulistiwa 
Selisih Azimut Matahari dan Bulan : 3^ 55’ 2,01”
Posisi hilal : hilal pada hari Jum’at malam Sabtu agak sulit untuk di Rukyat di kawasan Indonesia karena sangat dekat posisi hilal dengan matahari (hampir berhimpitan) dan kondisi di Indonesia musim hujan dan mendung serta ketinggian hilal sangat rendah, akan tetapi akan nampak cetho welo welo pada hari Sabtu malam Ahad karena udah tanggal 2 (menurut hisab), Hilal akan berada di Selatan Matahari dalam keadaan tegak keatas sedikit  miring keselatan.
Lalu Kapan mulai Tanggal 1 Sya’ban 1440 H, ?
Menurut Hisab oleh karena saat ijtimak terjadi pada hari Jum’at tanggal 5 April 2019 tersebut, saat Matahari tenggelam diufuq barat hilal sudah diatas Ufuq dengan ketinggian Hilal Hakiki Positif  2^ 8’ 50,51”  (Di Atas Ufuq) maka menurut ilmu Hisab Wujudul Hilal tanggal 1 Sya’ban 1440 H akan bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 6 April  2019.
Bagi yang berpendapat Rukyat dan Imkanur Rukyah, awal bulan Sya’ban akan jatuh pada hari Ahad tanggal 7 April 2019, dengan cara Istikmal (menggenapkan) bulan Rojab 1440 H menjadi 30 hari, karena hilal saat ijtimak terjadi ketinggian hilal sangat rendah dan kemungkinan tidak dapat untuk dirukyah.
Prediksi penulis. “walaupun awal bulan Sya’ban 1440 H ini terjadi perbedaan pendapat dalam penenetuan awal bulan baru, akan tetapi awal bula Sya’ban 1440 H bukanlah bulan krusial, maka baik aliran Hisab maupun aliran rukyat akan sama- sama tidak ada yang mempersoalkan, karena akan sama-sama menutup mata terhadap perbedaan tersebut. Coba kalau awal bulan Romadlon atau sawal atapun awal bulan Dzul Hijjah, akan banyak orang yang mempertentangkannya perbedaan tersebut sampai tidak bisa tidur”;
Mohon Koreksi dari para penyayang ilmu Hisab sebelum menyonsong datangnya bulan Sya’ban 1440 H, siapa tahu ada kesalahan .
Terimakasih,. Dari jauh “Salam Ilmu Hisab”.(Sudono Syueb/ed)

Post a Comment

0 Comments