About Me


Dia Cape


Oleh: Sudono Syueb


Harianindonesiapost.com Katanya dia cape
Ingin pulang
Ingin klesetan sejenak
di rumah Mbah Habil
Sambil menanti panggilan dari tiupan Sangka Kala pertama
   
Kau menimpali, 
Ojo cape, 
tugasnya belum selesai, 
nanti pasti ada waktunya, 
tetep kuat 
dan semangat
   
Yang belum selesai
Biarlah anak anak yang selesaikan

Dia merasakan ada suara kereta roda delapan mulai mendekat 
Yang sebentar lagi lewat
Depan rumah pinjaman dari Yang Maha Melihat
Dia mau ikut menumpang
Tuk menuju perkampungan "suka bumi"
Di sana ada rumah Mbah Habil
Rumah pertama yang dibangun di perkampungan itu

Kini perkampungan itu sudah jadi kota mandiri
Dengan milyaran penghuni
Ramai sekali 
tapi damai
Tak ada dengki
dan iri hati
Tak ada manipulasi
Tak ada juga demonstrasi
Semua berjalan harmoni
Bagai simponi

Mumpung kereta belum lewat
Ingin dia melihat
Seorang sahabat
Yang dulu tak sempat melihat
Ketika dia berangkat
Meninggalkan sanak kerabat
Menuju wilayah yang masih gelap

Tapi masihkah dia ada di sana
Di taman Sekar pethak 
Taman yang penuh dengan kuncup bunga bunga
Yang akan mekar
Di masa depan
Sebagai generasi milenial

Sekedar ingin ucapkan,
Dia tetap seperti dahulu kala
Seperti sebelum menulis surat
Yang dia titipkan pada seorang sahabat
Namun tak pernah sampai alamat

Kangennya membuncah
Tapi waktu telah memisahkannya
Lalu dia bergumam,
Biarlah kangen ini
Kubawa pergi
Bersama mimpi

Sidoarjo, 13/4 02.18

Post a Comment

0 Comments