About Me


Di Negeri Pelupa


Oleh: Sudono Syueb

(Dosen Fikom- Unitomo, Surabaya)

Harianindonesiapost.com Di negeri pelupa
Banyak bapak lupa anak anak gadisnya
Di malam gairah memuncak
Anak anak gadisnya dikira bininya
Ada pemberontakan memang
Ada juga teriakan
Tapi semua kalah dengan nafsu angkara para bapak durjana
Tinggallah tangis meledak
Di malam buta
Bangunkan seisi rumah
Ibunya tergopoh gopoh masuk kanar gadisya
Ingin tahu apa yang terjadi
Didapatinya anak gadisnya nyaris telanjang
Dan menangis pilu dipojok kamar
Sang ibu lalu mendekap anak gadisnya yang tak lagi perawan
Ada air mata menetes
Menyertai bau anyir darah perawan
Bercampur bau lendir sahwat durjana
Ada amarah seorang ibu
Terpancar di matanya
Menatap tajam laki laki durjana di depannya
Duh Gusti paringono sabar
Desah ibunya

Kakak laki lakinya
Melompat cepat
Bagai Hanoman selamatkan Dewi Shinta
Dari cengkraman Dasamuka
Ke kamar adiknya
Di tangannya menggenggam parang tajam menyala
Matanya nanar menatap laki laki bejat durjana yang tertunduk malu di depannya
Mau dia tebas lehernya
Tapi wajah itu
Mata itu
Adalah wajahnya
Adalah matanya
Dia melihat dirinya dalam laki laki itu
Duh Gusti paringono sabar
Desah kakaknya

Rapat keluarga memutuskan:
Bapak durjana itu harus pergi jauh
Tinggalkan istri dan anak anaknya
Tuk selamanya
Bapak durjana itu terperangah
Puluhan kali dia minta maaf
Istri dan anak anaknya bergeming
Keputusan telah diambil
Bapak durjana itu harus hilang dari trauma panjang keluarga

Grya Bhayangkara,

Post a Comment

0 Comments