About Me


Tour Leader Yang Melek Politik: Andaikan Ridwan Kamil Berpasangan Dengan Rismaharini Dalam Pencapresan Mendatang

Laporan Sudono Syueb

Harianindonesiapost.com Sebelum pelaksanaan Wirkshop Kurikulum Fakultas Ulmu Komunikasi, Univerdutas Dr. Soetomo, Surabaya di Bandung dengan Nara Sumber ibu Dr. Fani Mustikasari Elita dari Unpad, Bandung, hari Jum'at 22/7 kemarin, rombongan diajak jalan jalan ke beberapa obyek wisata oleh bapak Djarwanto dkk, selaku travel agency. Dalam perjalanan itu dipandu oleh tour leader bernama kang Deden. Deden ini berasal dari Jawa Timur,  tapi sudah lama tinggal di Bandung bersama keluarganya. Sebagai tour leader sudah tentu dia menguasai sejarah kota Bandung dan Jawa Barat pada umumnya, termasuk tokoh tokoh penting dalam sejarah Bandung atau tikoh tokoh kontemporer. Misalnya tentang tokoh Ridwan Kamin yang jadi Gubernur Jawa Barat sekarang ini. Menurur Deden, Ridwan Kamil terpilih jadi kepala Daerah Jawa Barat dalam pilkada serentak tahun 2018 kemarin, bukan karena dukungan parpol besar tapi karena ketokohannya. Justru  Ridwan Kamil hanya diusung dan didukung partai partai gurem. Jadi parpol besar, kata kang Deden, bukan jaminan Cakada terpilih jadi kepala daerah. Apakah ini berlaku untuk Capres yang akan datang? Tanyanya sambil tersenyum. Saya tidak tahu, jawabnya.
   Ketika pak Djarwanto tanya tentang dukungan pada Paslon 01 dan 02 di Bandung, kang Deden menjelaskan jelaskan dengan meyakinkan bahwa di kota kota Jawa Barat dan juga Bandung dukungan paslon Capres 01 n 02 firty fifty, tapi kalo di desa kelihatannya kuat 01. Sedang untuk Jakarta memang lebih kuat 02.
   Tour Leader kita kali ini, kang Deden, memang melek politik, dan itu tidak hanya politik lokalan Jawa Barat, tapi sudah nasional. Terbukti dia juga melihat sutuasi politik Jawa Timur, khusunya Surabaya, dia tahu persis bagaimana sikap politik Wali Kota Surabaya, ibu Risma, yang tegas, berani dan inovatif itu. Kang Deden berandai andai, andai Ridwan Kamil yang mantan Wali Kota Bandung, yang ahli dalam menata kota itu dalam Pencapresan yang akan datang dipasangkan dengan ibu Risma yang tegas dan berani itu.
   Walaupun kang Deden memuji muji kehebatan mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, tapi dia juga prihatin dengan eksistensi budaya daerah Bandung. Menurut Deden, hampir setiap tahun ada dua item budaya daerah Bandung  punah. Pernah Deden prakarsai pertemuan antara budayawan Bandung dengan para akademisi, tapi tidak ada salusi, kareba perbedaan cara pandang masing masing. Tapi Deden masih yakin bahwa ada jalan keluar untuk nguri uri budaya daerah Bandung agar tidak punah pelan pelan.
Pernah diadakn rembuk budaya antara budayawan n akademisi tapi alami jalan buntu, tidak ada solusi.
   Sementara itu tokoh sejarah yang Deden ceritakan adalah seorang Pahlawan Nasional, Oto Iskandar Dinata. Ketepatan kemarin rombongan lewat depan kuburannya sang Pahlawan yang legendaris dan ironis itu.
    Menurut Deden, orang pertama yang berani pekikkan kata merdeka dihadapan para anggota Dewan Rakyat (Volksraad) pada tahun 1930an adalah Otto Iskandar Dinata. Pak Oto memang orangnya berani dan tidak takut pada siapa pun.
Karena itu dia tidak disukai oleh Penjajah Belanda.
   Ketika Indonesia merdeka, Oto Iskandar Dinata dipercaya Presiden Sukarno sebagai Menteri Negara bidang keamanan. Tapi ironi, baru beberapa minggu jadi menteri, dia diculik oleh pasukan hitam dan dibawa ke Desa Mauk, Tangerang dan hilang untuk selamanya. 
   Pasukan yang dipimpin oleh orang yang bernana Mudjibata itu bisa ditangkap dan diadili setelah 14 tahun dari kejadian. Hanya saja sampai saat ini belum terungkap siapa dalang dari penculikan dan pembunuhan sang Pahlawan Oto lskandar Dinata itu dan mayatnya sampai sekarang belum ditemukan. Kuburan yang ada di Lembang itu sebetulnya tidak ada jasadnya, cuma di situ ada ceceran darah yang diduga darahnya Oto Iskandar Dinata.(mis)

Post a Comment

0 Comments