About Me


KPK: Pilih Yang Jujur!

Oleh M. Nigara (Wartawan Senior/
Mantan Wasekjen PWI)

Harianindonesiapost.com BEGITU tulis spanduk raksasa di dinding Utara gedung KPK lama. Ya, rakyat Indonesia memang wajib memilih orang yang jujur untuk memimpin negeri ini. Jika rakyat gagal memilih orang yang jujur, maka kelangsungan Indonesia terancam. Ini bukan nakut-nakuti dan bukan pesimis, tapi semua bisa dilihat dan dirasakan sendiri.

Jujur? Apa sih definisinya? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) jujur adalah: lurus hati atau tidak berbohong. Misalnya berkata apa adanya. Tidak curang. … Sedangkan kejujuran adalah sifat keadaan jujur ketulusan hati dan kelurusan hati yang dimiliki seseorang.
Lalu menurut Islam: Definisi jujur adalah suatu sikap yang mencerminkan adanya kesesuaian antara hati, perkataan dan perbuatan.

Kata jujur berasal dari Bahasa Arab yakni sama dengan “as-sidqu” atau “siddiq” yang berarti benar, nyata, atau berkata benar.

Secara istilah, jujur atau as-sidqu bermakna: Kesesuaian antara ucapan dan perbuatan;
Kesesuaian antara informasi dan kenyataan;
Ketegasan dan kemantapan hati;
Sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan. (dalamislam.com)

Menurut Kristen/Katolik: Jujur didefinisikan sebagai (1) Hati yang lurus; tidak berbohong atau berkata apa adanya, (2) Tidak curang atau mengikuti aturan yang berlaku (3) Tulus iklas; tidak munafik atau bermuka dua. Jadi, jujur adalah sikap moral yang sejati, yang berasal dari hati yang bersih, lalu diterjemahkan ke dalam tutur kata dan perbuatan. Kejujuran tidak datang dari luar, melainkan datang dari dalam diri manusia ketika seseorang mengakui kebenaran Allah. (Kristenalkitabiah.com)

Menurut Logika: Jujur menurut logika adalah tidak bohong. Artinya apa yang diucapkan sama dengan kenyataan. Dan jujur menurut pergaulan: Kagak nipu. Merah kagak dibilang coklat.

Dari semua itu, sudahkah kita cermati arti jujur dengan baik dan benar? Sudahkah kita mengerti arti jujur yang sesungguhnya? Lalu, jujur yang dimaksud KPK itu jujur yang mana? Saya sengaja tidak ingin menyimpulkan pada anda. Semua saya kembalikan pada anda sekalian untuk menilainya.

Jujurkah?
Di bawah ini saya juga tidak hendak mempengaruhi anda yang tentu memiliki kecerdasan sebagai manusia normal yang berakal sehat. Saya hanya ingin bertanya, jujurkah saya jika berkata: “Akan saya stop impor pangan!”. Tapi, faktanya, atas nama apa pun saya justru terus membiarkan impor terjadi.

Jujurkah saya jika mengatakan: “Sekarang tidak ada lagi hutan yang terbakar?”. Padahal, faktanya hutan kita di Riau terbakar hebat.

Jujurkah saya jika meminta lawan saya memberikan data tentang harta segelintir orang Indonesia yang terparkir di luar negeri sebesar Rp 4000 triliun. Padahal beberapa tahun lalu saya sudah mengatakan memiliki data harta itu dan datanya ada di kantong saya.

Jujurkah saya jika mengatakan: “Saya tidak akan menambah hutang!”. Faktanya ribuan triliun hutang mengalir ke dalam negeri.

Atau, jujurkah saya jika mengatakan: “Tidak ada yang protes saat tanahnya dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Sekarang tidak ada lagi ganti rugi, tapi ganti untung!”. Faktanya seorang ibu berlari dan bersimpuh sambil menangis dan pingsan karena tanahnya sudah diubah jadi pelabuhan sementara uang penggantinya belum diterima. Lalu, sederet kasus bongkar paksa serta uang pengganti tidak dapat untuk membeli kembali lahan sebesar yang lama.

Jujurkah saya jika berjanji tapi tidak saya penuhi? Sayakah yang dimaksud KPK tidak jujur itu? Lalu, pantaskah saya untuk berharap dipilih lagi? Saya tidak kuasa menjawabnya. Jika semua itu sungguh-sungguh adalah saya, bergunung malu pasti menahan saya. Berjuta takut pasti telah membalut saya. Jika itu benar-benar saya, maka mundur adalah jalan terindah.

Mengapa? Tagihan kekujuran di akhirat kelak, tak lagi bisa dihindarkan. Kita tak lagi bisa memerintahkan aparat untuk melindungi. Kita bisa lagi membagi-bagi amplop atau sembako untuk menyogok Allah. Saat itulah sengeri-ngerinya rasa takut.

Jadi? Ya, saya serahkan semua pada anda sekalian. Tapi yang terpenting, ingat terus kode keras KPK: Pilih Yang Jujur! Pahamkah anda sekalian....?(Sudono Syueb/ed)

Dikutip dari kanigoro. com

Post a Comment

0 Comments