About Me


Karakter Orang Orang Munafik Dalam Al Qur'an 2

Oleh: Sudono Syueb

(Alumni ponpes YTP, Kertosono dan UGM, Yogyakarta)

Harianindonesiapost.com Allah Ta'ala berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 11 ~ 13 berkaitan dengan karakter orang orang munafik berikut ini;

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِيْ الْاَرْضِ ۙ  قَالُوْاۤ اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.""
(QS. Al-Baqarah: Ayat 11)

اَ لَا ۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ

"Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 12)

اَ لَا ۤ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰـكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ

"Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 12)

Keterangan Kata Kata Berkaitan Dengan;

1. I'rab

واذا 
Idza adalah zharfu zaman lil mustaqbal (keterangan waktu untuk peristiwa yang akan datang). Ia termasuk isim mabni, yaitu isim yang harakatnya tidak berubah. لهم menempati kedudukan rafa' sebagai naibul fa'il dari kata qiila/قيل. Itu adalah pendapat lbnul Anbari,  yang pasti ia jaar wa majruur yang berkaitan (muta'alliq) dengan fiil sebelumnya: "qaaluu". انٌما adalah kaaffah, kalimat sebelumnya tidak ada kedudukan dalam i'rab. نحن adalah dhomir marfu' munfasil, ia mabni dlammah sebagai mubtada'.

الاانٌهم
alaa (الا) adalah harfu istiftah, kata pembuka, tidak punya kedudukan dalam i'rab. Ia sebagai 'tanbih' (kata peringatan). Ia adalah taukid  bagi ha dan mim dalam innahum (انٌهم) sedang al mufsiduun (المفسدون) adalah khabarnya inna (انٌ)

Kata (كما ) kamaa adalah mashdariyah, taqdirnya kaimaninnaas (كايمان النٌاس)

2. Balaghah

Kalimat انٌما نحن مصلحون dengan menggunakan "adat hasyr",, berfungsi "membatasi" kata yang disifati dengan sifat itu saja. Artinya, kami tidak lebih sekadar orang orang yang mengadakan perbaikan.
Kalimat (انٌهم هم المفسدون) susunan ini memvariasikan ta'kid. Kalimat ini dita'kiidkan dengan empat macam ta'kiid yaitu, alaa, inna, dhamir fashal hum dan al mufsiduun.

Tafsir Sosial Singkat

Memutar balikkan fakta dan memoles kenyataan adalah ciri para pengecut dan orang orang lemah.
   Adapun orang kuat, yaitu orang orang beriman yang mempergunakan sarana sarana pengetahuan yang sehat untuk mencapai hakikat segala hal. Merekalah yang bertahan dan benar benar menyimtai umat manusia. Oleh karena itu, mereka menyeru umat manusia agar memperbaiki prilaku, meluruskan akhlak, teguh di atas prinsip yang benar yang dikehendaki akal dan dibimbing oleh fitrah serta dikuatkan oleh bukti bukti indrawi dan historis.
   Karena itu dalam ayat ini, Allah mencela pengakuan bohong, hoax atau dusta yang biasanya merupakan katakter orang orang munafik. 
   Membuat perbaikan di bumi, menurut Al Jazairi dalam Al Aisar, adalah dengan beramal berupa taat kepada Allah Ta'ala dan Rasul~Nya. Sedangkan membuat kerusakan di bumi yaitu dengan durhaka kepada Allah Ta'ala dan Rasul~Nya.
   Orang orang yang membuat kerusakan di muka bumi, biasanya meligitimasi perbuatannya itu dan membungkusnya dengan berbagai pencitraan dengan alasan bahwa mereka itu membangun, apakah itu membangun infrastruktur, sumber daya manusua atau pranata prata sosial, atau memperbaiki bukan merusak. Faktanya mereka merusak dengan menolak Agama, tidak percaya akhirat dan tidak mau taat kepada Allah dan Rasulnya. (Artikel ini telah dibaca dan diperbaiki oleh ust. Bukhori At Tunisi)

Post a Comment

0 Comments