About Me


Islam yes Partai Islam no.

Oleh: Ahmad Darojul Ali*

Harianindonesiapost.com Tentu kita ingat DR. Nur Kholis Majid al marhum dengan kata2 islam yes partai islam no.
Panyak protes dan kritikan yang dialamatkan pada Nur Kholis, dengan berbagai argomentasi, sehingga jagat intelektual nasional seperti bergemuruh hampir liar.
Tapi, mantan Ketum HMI ini tetap kekeh dengan pendapat dan analisanya.


Ketika Nur Kholis dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, DR.Hidayat Nurwahid sahabat almarhum diwawancarai salah satu TV suwasta, tentang pendapat Cak Nur.
DR.Hidayat Nur Wahid sebagai sahabat dan satu almamater ponpes Gontor, tetap beda dengan Cak Nur.
Bagi DR.Hidayat Nurwahid, islam yes Partai islam yes.


Terlepas dari seluruh perdepatan yang sangat menguras energi intelektual Nasional dan perbedaan yang berkembang.
Menurut saya, ada sisi kecemasan Cak Nur sehingga punya pendapat demikin.


Dalam perkembangan sejarah perjuangan umat islam sejak masa khulafaurrosyidin sampai masa
 daulah/Khilafah islamiyah yang berakhir di turki, kemudian memeta perjuangan umat islam pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan , lalu masuk orde lama, orde baru.
Cak Nur berfikir keras agar keharuman Islam tidak menjadi terdegradasi karna dihimpitkan dengan politik kekuasaan.
Maka, yang diperlukan adalah revolusi subtansi bukan revolusi label.


Politik jelas punya kecenderungan punya dan membuat lawan, dan ketika terbangun lawan, maka bagaimana lawan yang lain akan membuat intrik2 yang penting lawan bisa terjungkal dan kekuasaan bisa di raih.

Keharuman islam sungguh kurang senyawa dengan aktifitas politik diatas.
Maka, dengan renungan intelektual Cak Nur, hingga beliau punya gagasan pendapat yang menerobos arus.


Munculnya PKB, PAN, atau PBB partai yang lahir diera reformasi, menurut saya punya korelasi dengan pemikiran Cak Nur.(Sudono Syueb/ed)



Waullahua'lam.

*Ahmad Darojul Ali.
Ket.Lembaga Pengkajian Islam Universitas Ibnu Chaldun.

Post a Comment

0 Comments